Geger! Penemuan Jasad "Tenggo" di Parkiran RS Binjai, Diduga Korban Pengeroyokan Oknum OKP



BINJAI – Publik Kota Binjai, Sumatera Utara, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi BK 1581 RAA. Mobil tersebut ditemukan terparkir di RS OG Hospital, Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur, pada Senin (16/3/2026) malam.

Korban diketahui bernama Risyanto alias Tenggo, warga Tanah Seribu. Penemuan ini segera memicu spekulasi panas di tengah masyarakat, menyusul dugaan adanya keterlibatan oknum petinggi Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) setempat dalam peristiwa berdarah tersebut.

Kronologi Perselisihan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, peristiwa ini bermula dari perselisihan paham antara korban dengan seorang pria berinisial KB. Adu mulut yang terjadi antara keduanya memicu ketegangan yang lebih luas.

KB kemudian memanggil rekannya, KS, untuk mendatangi korban. Tak hanya itu, muncul dugaan bahwa KB melaporkan perselisihan tersebut kepada ANS dan JKR, yang disebut-sebut menjabat sebagai Bendahara dan Ketua Satgas salah satu OKP di Kota Binjai.

Pengejaran Brutal di Sekitar Diskotek

Aksi kekerasan dilaporkan mulai pecah di dekat sebuah minimarket yang tidak jauh dari Diskotek Blue Night. Di lokasi tersebut, KB dan KS diduga melakukan penyerangan secara membabi buta menggunakan senjata tajam.

"Korban sempat mencoba menyelamatkan diri dengan berlari dari simpang Blue Night hingga ke arah simpang Tanah Seribu untuk menghindari kejaran pelaku," ungkap sumber tersebut, Kamis (19/3/2026).

Meskipun korban sempat berusaha bertahan, para pelaku diduga meminta bala bantuan tambahan. Muncul instruksi yang memerintahkan massa untuk menghabisi nyawa korban.

Penganiayaan Sadis di Tanah Seribu

Sesampainya di Simpang Tanah Seribu, korban dikepung oleh gerombolan massa yang diduga merupakan anggota ormas. Di titik inilah penganiayaan berat kembali terjadi. Korban dilaporkan mengalami luka bacok yang sangat parah di beberapa bagian tubuh, termasuk area vital, hingga akhirnya nyawanya tak tertolong.

Hingga saat ini, jasad korban telah dievakuasi dan pihak kepolisian diharapkan segera memberikan keterangan resmi terkait motif pasti serta identitas para pelaku yang terlibat.

Kasus ini menjadi sorotan tajam warga Binjai yang mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aksi premanisme yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

Komentar