Modus Lagi! Makan Kenyang, Bayar Ogah: Driver Ojol Kena Zonk di Tangerang
TANGERANG – "Ini orang lapar atau emang hobi nipu sih?! 🤨 Udah makan, malah ngamuk pas ditagih!" Kalimat itu mungkin mewakili perasaan geram siapa pun yang melihat kejadian apes yang menimpa seorang driver ojek online (ojol) di daerah Kunciran Jaya, Pinang, Tangerang.
Kejadian nyesek ini berlangsung pada Senin dini hari (23/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat sebagian besar orang terlelap, si driver justru harus berurusan dengan pelanggan yang bikin geleng-geleng kepala.
Kronologi Kejadian: Menunggu dalam Ketidakpastian
Awalnya, semuanya tampak normal. Driver menerima orderan makanan cepat saji senilai Rp110.000. Angka yang lumayan besar untuk satu kali jalan di tengah malam. Namun, saat sampai di lokasi, dimulailah fase plot twist yang menguji kesabaran.
Begitu makanan diserahkan, si wanita (pelanggan) langsung menyambar pesanan dan masuk ke dalam rumah. Si driver dengan setia menunggu di depan:
5 Menit: Masih positif thinking.
10 Menit: Mulai curiga.
15 Menit: Suasana makin sunyi, lebih sunyi dari hubungan tanpa kejelasan! 💔
Makan Habis, Uang Gak Ada, Malah Ngamuk!
Saat akhirnya ditagih, jawaban si wanita sungguh di luar nalar. Bukannya mengeluarkan dompet, ia malah mengaku tidak punya uang. Parahnya lagi, makanan senilai ratusan ribu tersebut ternyata sudah hampir habis disantap bersama anaknya di dalam rumah. 😭
Tak sampai di situ, saat driver mencoba menagih haknya secara baik-baik, si wanita justru meledak, mengomel, hingga mengusir sang driver. Keributan ini pun sontak memancing warga sekitar untuk keluar rumah.
Ternyata "Pemain Lama"
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap dari kesaksian warga setempat. Ternyata, ini bukan pertama kalinya wanita tersebut berulah! Berdasarkan keterangan warga, ia diduga sudah sering menggunakan modus serupa untuk mendapatkan makanan gratis.
Mirisnya, karena statusnya sebagai warga asli di lingkungan tersebut, warga sekitar seolah sudah angkat tangan dan hanya bisa "mengelus dada" melihat perilaku tersebut terus berulang.
Catatan: Kejadian ini menjadi pengingat bagi para driver untuk lebih waspada, terutama pada pesanan dengan metode pembayaran tunai (cash) di jam-jam rawan.



Komentar
Posting Komentar