Sisi Lain Dunia Malam: Ratusan Pemandu Lagu Madiun Kompak Berbagi Takjil di Depan Terminal Purbaya
MADIUN – Pemandangan tak biasa menghiasi kawasan Jalan Basuki Rahmat, Madiun, pada Rabu (4/3) sore pekan lalu. Jika biasanya jalur di depan Terminal Purbaya hanya dipadati hiruk-pikuk bus antarkota dan penumpang yang terburu-buru, sore itu suasana berubah menjadi lebih teduh dan penuh senyum.
Ratusan perempuan muda tampak berderet rapi di pinggir jalan. Mengenakan pakaian putih yang senada, mereka hadir bukan untuk urusan komersial, melainkan membawa misi kemanusiaan yang menyentuh hati di tengah bulan suci Ramadan 2026.
Gerakan Swadaya: Takjil dari Hasil Keringat Sendiri
Para perempuan tersebut merupakan pemandu lagu (PL) yang sehari-harinya bekerja di bawah bendera Radefa Karaoke, sebuah jejaring hiburan yang cukup dikenal di wilayah Madiun, Ngawi, hingga Caruban.
Menariknya, aksi berbagi ini tidak melibatkan sponsor besar atau dana CSR perusahaan. Ribuan paket takjil yang dibagikan murni berasal dari iuran swadaya para pekerja seni hiburan tersebut. Di tengah stigma negatif yang terkadang masih melekat pada profesi mereka, para perempuan ini membuktikan bahwa semangat solidaritas tidak mengenal batas profesi.
"Kami turun di sini untuk berbagi. Anak-anak sedang liburan, jadi kami isi dengan kegiatan sosial berbagi takjil puasa," ujar Yenti Nurul Kholifah, koordinator kegiatan, saat dikonfirmasi pada Senin (16/3).
Menjangkau 1.500 Orang, dari Pengendara hingga Abang Becak
Skala kegiatan tahun ini tergolong masif. Sebanyak 1.500 paket takjil ludes dibagikan dalam waktu singkat. Paket-paket tersebut berisi kombinasi nutrisi lengkap, mulai dari makanan ringan, buah jeruk, hingga minuman segar untuk membatalkan puasa.
Target sasarannya pun sangat inklusif. Selain pengendara motor dan mobil yang terjebak kepadatan lalu lintas, mereka memberikan perhatian khusus kepada para pekerja sektor informal.
"Abang becak di depan terminal juga kami kasih," tambah Yenti. Kehadiran mereka disambut antusias; para tukang becak yang sedang mangkal tampak sumringah menerima bingkisan di tengah terik sore yang mulai meredup.
Pesan Moral di Balik Aksi Sosial
Aksi ini menjadi pengingat bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja. Bagi para pekerja malam di Madiun ini, Ramadan adalah momentum untuk "pulang" ke nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menyisihkan sebagian penghasilan dari hasil keringat sendiri, mereka berharap dapat membantu sesama sekaligus menjalin silaturahmi yang lebih erat dengan masyarakat sekitar.
Melalui spanduk bertuliskan "Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan", kelompok ini seolah ingin berpesan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk menanam benih kebaikan, terlepas dari apa pun latar belakang pekerjaannya.



Komentar
Posting Komentar