Tragis! Hanya Karena Tak Diberi Uang Paket COD, Remaja di Sambas Tega Aniaya Ibu Kandung
SAMBAS – Sebuah insiden memilukan terjadi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Seorang remaja berinisial R (17) tega melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri, S (52). Mirisnya, aksi kekerasan tersebut dipicu oleh masalah sepele: pelaku kesal karena tidak diberi uang untuk membayar paket barang pesanan Cash on Delivery (COD).
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi di kediaman mereka di Desa Lela, Kecamatan Teluk Keramat, pada Senin pagi (16/3/2026) sekitar pukul 09.20 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula saat sebuah paket pesanan pelaku tiba di rumah.
Pelaku yang tidak memiliki uang kemudian meminta bantuan kepada sang ibu. Namun, karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, R langsung tersulut emosi. Bukannya memahami kondisi orang tua, remaja tersebut justru meluapkan amarahnya secara fisik.
Viral di Media Sosial
Aksi tak terpuji ini sempat terekam dan beredar luas di jagat maya. Dalam potongan video yang viral, terlihat R melakukan tindakan kekerasan yang brutal terhadap ibunya. Netizen bahkan mengecam aksi tersebut karena pelaku terlihat menyerang layaknya seorang atlet bela diri profesional terhadap wanita paruh baya yang tak berdaya.
Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasi Humas AKP Sadoko, membenarkan adanya laporan mengenai insiden penganiayaan tersebut.
"Diduga karena kesal tidak diberikan uang untuk membayar paket COD, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri," ujar AKP Sadoko saat dikonfirmasi.
Langkah Kepolisian
Saat ini, pihak kepolisian telah bergerak untuk menangani kasus ini. Mengingat pelaku masih berusia di bawah umur (17 tahun), proses hukum kemungkinan akan melibatkan koordinasi dengan pihak perlindungan anak, namun tetap memperhatikan beratnya tindakan kekerasan yang dilakukan.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan pendidik mengenai pentingnya kontrol emosi dan etika remaja dalam menggunakan layanan belanja daring, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.



Komentar
Posting Komentar