Viral! Pengendara Mobil Asal Bandung Diperas Preman di Kebon Kacang, Kartu E-Toll Pun Dirampas
JAKARTA – Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi premanisme yang menyasar pengendara mobil berpelat nomor luar daerah di ibu kota. Kali ini, sebuah video menunjukkan aksi pemalakan terhadap pengemudi asal Bandung saat melintas di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.
Aksi yang terekam kamera dasbor (dashcam) tersebut memperlihatkan suasana mencekam saat kendaraan korban dihentikan secara paksa oleh tiga orang pria tak dikenal yang berboncengan motor.
Modus "Uang Keamanan Setahun Sekali"
Berdasarkan narasi yang beredar, para pelaku menghentikan mobil korban dan langsung melancarkan intimidasi. Mereka memaksa pengemudi untuk menyerahkan sejumlah uang dengan dalih "uang keamanan perjalanan setahun sekali".
Tak hanya meminta uang tunai, aksi ini semakin nekat karena salah satu pelaku diduga merampas kartu uang elektronik (e-money) milik korban. Berikut adalah poin-poin utama kejadian tersebut:
Lokasi: Kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat.
Korban: Pengendara mobil asal Bandung.
Modus: Meminta iuran keamanan paksa.
Kerugian: Uang tunai dan kartu uang elektronik yang dirampas.
Warganet Geram dan Desak Polisi Bertindak
Video tersebut langsung dibanjiri komentar pedas dari warganet yang merasa tidak aman saat berkendara di Jakarta. Beberapa komentar yang mencuat di media sosial antara lain:
"Sangat miris hidup di Indonesia," tulis akun cuinggggg.
"Laporkan ke polisi!" tegas akun Rizka Nonya Aming.
"Kenapa sih ada aja yang begini," keluh akun GoodPeople.
Kejadian ini memicu keresahan besar, terutama bagi warga luar kota yang sering berkunjung ke Jakarta. Banyak yang berharap pihak Kepolisian Metro Jakarta Pusat segera turun tangan menangkap para pelaku agar memberikan efek jera dan mengembalikan rasa aman bagi pengguna jalan.
Saran Keamanan: Jika Anda mengalami kejadian serupa, tetap tenang, kunci pintu kendaraan, dan segera cari pos polisi terdekat atau rekam kejadian sebagai barang bukti untuk pelaporan.



Komentar
Posting Komentar