Viral: Marbot Masjid di Lombok Tengah Simpan Rp86 Juta di Dalam Pintu Selama 3 Tahun
Kisah luar biasa tentang kejujuran dan keteguhan hati datang dari Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Sebuah penemuan uang dalam jumlah besar di balik pintu sebuah masjid sempat menghebohkan warga, namun di balik itu tersimpan cerita yang sangat menyentuh hati.
Penemuan Tak Terduga Saat Renovasi
Kejadian ini bermula saat Masjid Babussalam sedang dalam proses renovasi. Ketika para pekerja membongkar bagian pintu, mereka dikejutkan dengan tumpukan uang kertas yang terselip di dalam rongga pintu triplek tua tersebut.
Awalnya, tumpukan uang tersebut dikira hanya berjumlah sekitar Rp38 juta. Namun, setelah dilakukan penghitungan resmi oleh pihak bank, angka aslinya jauh lebih fantastis, yakni mencapai Rp86.100.000.
Sosok di Balik "Tabungan Rahasia"
Uang tersebut ternyata milik Muhammad Saleh (60), seorang pria yang sudah lama mengabdi sebagai marbot sekaligus kepala tukang di masjid tersebut. Selama kurang lebih tiga tahun, ia memiliki cara unik untuk menabung:
Lubang Kecil di Pintu: Saleh menyisihkan uang pecahan Rp100 ribu sedikit demi sedikit.
Konsistensi: Ia memasukkan uang tersebut melalui lubang kecil pada pintu triplek agar tidak mudah diambil atau terlihat orang lain.
Sumber Dana: Uang tersebut berasal dari hasil kerja kerasnya sebagai tukang dan bahkan uang saku/rokok yang ia sisihkan setiap harinya.
Niat Mulia untuk Beramal
Banyak orang mungkin akan menggunakan uang sebesar itu untuk kemewahan pribadi, namun tidak bagi Pak Saleh. Alasan utamanya menabung dengan cara yang begitu sederhana adalah demi niat beramal dan mendukung kebutuhan ibadah di masjid.
"Cara ini ia pilih sebagai bentuk komitmen untuk menyimpan uang dengan aman, sekaligus memastikan niat tulusnya untuk membantu masjid tetap terjaga."
Menjadi Inspirasi Netizen
Foto-foto saat warga dan jamaah membantu menghitung tumpukan uang merah (pecahan Rp100 ribu) tersebut kini viral di media sosial. Banyak warganet yang mengaku merinding dan kagum atas keikhlasan serta kesabaran Muhammad Saleh.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ketulusan dalam beribadah tidak memerlukan panggung, dan hasil dari kerja keras yang diniatkan untuk jalan Allah akan membuahkan hasil yang tak terduga.



Komentar
Posting Komentar